Berpotensi Korupsi, Usut Tuntas Proyek Puluhan Miliar PT. Kawanua Keramik di Talaud Berpotensi Korupsi, Usut Tuntas Proyek Puluhan Miliar PT. Kawanua Keramik di Talaud - Kabar Korupsi - Berita Aktual, Tajam & Terpercaya -->

Iklan

Berpotensi Korupsi, Usut Tuntas Proyek Puluhan Miliar PT. Kawanua Keramik di Talaud

KabarKorupsi.Com
Jumat, 04 Oktober 2019, 20.45 WITA Last Updated 2019-11-02T10:18:21Z
Jalan di Kabupaten Kepulauan Talaud yang Amburadul anggran 2018, diambil pada bulan Februari 2019. 

TALAUD, KabarKorupsi.Com - Terkait pekerjaan Preservasi Rehabilitasi, Jalan Melonguane - Beo - Esang - Rainis di Kabupaten kepulauan Talaud dengan nilai kontrak 27 miliar lebih, sumber dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) murni, tahun anggaran 2018 yang dikerjakan oleh Kontraktor PT. Kawanua Keramik perlu diusut tuntas Polda Sulut dan Instansi penegak hukum lainnya.

Pasalnya, proyek yang bersumber dari APBN yang berbandrol puluhan miliar rupiah itu, ternyata tidak dikerjakan dengan baik alias amburadul. Dengan itu, pihak Kontraktor PT. Kawanua Keramik, informasi nama pemilik perusahan pernah menjadi mantan pidana itu perlu ditindak oleh penegak hukum untuk melakukan pemeriksaan terhadap proyek tersebut.

Pantauan media ini dilokasi pekerjaan pada bulan Februari 2019 lalu, banyak sekali penyimpangan. Baik dari sisi kwalitas pekerjaan hingga masa pemeliharaan sampai saat ini sangat memiriskan.

Perlu diketahui, pemeliharaan jalan sepanjang jalan nasional di Talaud, diperkirakan dari 100 persen pekerjaan, hanya dikerjakan sekitar 20 persen yang dikerjakan. 80 persen sisanya, jalan nasional di Talaud rusak parah dan yang bertanggung jawab di proyek tersebut, mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 16, Dantje Tulalo dan Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Robert Sihotang, di Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XV, Wilayah 3 Kabupaten Talaud.

Untuk itu, Polda Sulut dan Instansi penegak hukum lainnya, diminta untuk segera melakukan pemeriksaan penyelidikan pekerjaan proyek tersebut. Jika adanya penyalahgunaan anggaran dan merugikan uang negara, agar segera ditangkap pelaku - pelaku yang bertanggung jawab atas pekerjaan tersebut, biar bisa diproses sesuai hukum yang berlaku. (Redaksi)


Baca Juga

Komentar

Tampilkan

Berita Terkini

Berita Korupsi

+