Sempat Menjadi DPO, Mantan Sekwan Belitung Akhirnya Tertangkap Terkait Perkara Korupsi SPPD Sempat Menjadi DPO, Mantan Sekwan Belitung Akhirnya Tertangkap Terkait Perkara Korupsi SPPD - Kabar Korupsi - Berita Aktual, Tajam & Terpercaya -->

Iklan

Sempat Menjadi DPO, Mantan Sekwan Belitung Akhirnya Tertangkap Terkait Perkara Korupsi SPPD

KabarKorupsi.Com
Minggu, 13 Oktober 2019, 12.55 WITA Last Updated 2019-11-02T10:56:21Z
Kristianto (DW) mantan Sekretaris Dewan Belitung, saat dibawa ke Kejari. 

BELITUNG - Mantan Sekretaris Dewan (Sekwan) Kristianto DW (56), Sabtu (12/10/2019) kembali harus berurusan dengan Kejaksanaan Negeri (Kejari) Belitung atas kasus serupa. Kristianto DW ditangkap atas perkara dugaan kasus Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) anggota DPRD Kabupaten Belitung tahun 2012.

Selama ini Kristianto DW telah ditetapkan sebagai tersangka dan sempat menjadi daftar pencarian orang (DPO) selama tiga tahun.

Tersangka ditangkap petugas di Jalan Pipa Pertamina, Kelurahan Gelumbang, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, Jumat (11/10/2019) sekitar pukul 14.30 WIB.

Tersangka diciduk petugas gabungan, dari unsur tim Intelijen Kejaksaan Agung Republik Indonesia, tim Kejati Sumatera Selatan dan tim Kejati Bangka Belitung.

Rencana hari ini, terpidana kasus korupsi ini akan diberangkatkan dari Sumatera Selatan ke Pangkalpinang terlebih dahulu.

Di Pangkalpinang, tersangka akan dieksekusi untuk menjalankan pidana penjara di Lapas.

"Ya tim gabungan dari Kejagung, Kajati Sumsel dan Kejati Babel, yang didalamnya ada tim JPU (Jaksa Penuntut Umum) dari kami (Kejari Belitung) ikut dalam penangkapan itu. Iya masih kasus yang lama (SPPD fiktif), dan memang selama tiga tahun ini yang bersangkutan melarikan diri," ungkap Kepala Kejaksaan Belitung Ali Nurdin, sabtu (12/10/2019).

Tersangka sekarang ini sudah menjalani eksekusi di Lapas Tuatunu Pangkalpinang. Kristianto selama ini sudah dalam pencarian selama tiga tahun, lantaran sudah ada putusan Mahkamah Agung (MA) atas kasus korupsi.

"Kami mencari dia selama ini, untuk melaksanakan putusan Mahkamah Agung. Saat dilakukan penangkapan, tersangka tidak melawan," ujarnya.

Negara Rugi Rp 445 Juta

Kepala Kejaksanaan Negeri Belitung Ali Nurudin mengatakan, terpidana mantan Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Kabupaten Belitung, Kristianto DW (56) telah membuat negara mengalami kerugian hingga Rp 445.025.200 pada APBD Kabupaten Belitung tahun anggaran (TA) 2012.

Kristianto DW, kali ini menjadi terpidana atas kasus dugaan kasus Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) anggota DPRD Kabupaten Belitung tahun 2012.

Terpidana telah melakukan penyimpangan, penyelewengan dana perjalanan dinas.

"Untuk kerugian negara nya segitu," ucap Kepala Kejaksanaan Negeri Belitung Ali Nurudin, sabtu (12/10/2019).

Kristianto DW ditangkap petugas gabungan Kejaksaan, berdasarkan Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia nomor : 2584 K/Pid.Sus/2015 tanggal 18 Juli 2016, bahwa terdakwa bernama lengkap Drs Kristianto Didit Wibowo Bin Dwijo Sumarno tersebut telah terbukti secara sah, dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi yang dilakukan secara bersama-sama dan berlanjut.

Lanjut Ali, atas putusan tersebut, maka terpidana dijatuhkan hukuman pidana penjara selama satu tahun dan terpidana pula mendapat hukuman pidana tambahan, yaitu membayar uang pengganti sebesar Rp 145.433.400,-.

"Pidana pengganti itu harus dibayarkan kepada negara, paling lama dalam waktu satu bulan, setelah perkaranya memperoleh kekuatan hukum tetap. Apabila uang pengganti tersebut tidak dibayar, maka harta bendanya disita oleh jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut. Dalam hal terpidana tidak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti sebagaimana dimaksud, maka dipidana dengan pidana penjara selama dua tahun penjara," tandasnya.

Sumber: tribunnews


Baca Juga

Komentar

Tampilkan

Berita Terkini

Berita Korupsi

+