Dugaan Penyalahgunaan Anggaran DD dan ADD, Kumtua Desa Kembes I Dilaporkan ke Kejari Minahasa Dugaan Penyalahgunaan Anggaran DD dan ADD, Kumtua Desa Kembes I Dilaporkan ke Kejari Minahasa - Kabar Korupsi - Berita Aktual, Tajam & Terpercaya -->

Iklan

Dugaan Penyalahgunaan Anggaran DD dan ADD, Kumtua Desa Kembes I Dilaporkan ke Kejari Minahasa

KabarKorupsi.Com
Minggu, 06 Oktober 2019, 12.22 WITA Last Updated 2019-12-17T23:55:19Z
Audy Kindangen: Laporan Mereka Terlalu Tendesius
 Hukum Tua Desa Kembes 1, Kabupaten Minahasa, Audy Kindangen. 

MINAHASA, KabarKorupsi.Com - Terkait laporan ke Kejari Minahasa tentang penyalahgunaan anggaran Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) dari Oknum-Oknum yang mengatas namakan masyarakat desa Kembes 1 apa yang mereka laporkan terlalu Tendensius. Demikian dikatakan Hukum Tua (Kumtua) Desa Kembes 1, Kabupaten Minahasa, Audy Kindangen, Sabtu (05/10/2019).

Menurut Kindangen, ada banyak yang mereka laporkan, salah-satu yang mereka laporkan yaitu, kegiatan tim penggerak PKK, dan yang mereka laporkan tidak beralasan karena kegiatan dari tim penggerak PKK untuk tahun 2019 ini masih dalam perjalanan rencana.

Memang, lanjut dia, dana sudah keluar dari tahap pertama, tapi untuk pelaksanaannya belum ditentukan kapan.


"Pekerjaan tahun 2019 yang belum dilaksanakan telah dilaporkan bermasalah, Bagi saya sebagai kuasa pengguna anggaran semua proyek yang didanai lewat DD dan ADD tahun 2017 telah diperiksa oleh dinas terkait yakni Dinas PMD dan Inspektorat. Dengan hasilnya, desa Kembes 1 tidak ada masalah dan dari tahun ke tahun tetap berjalan dengan baik," terang Kindangen.

Dirinyapun menegaskan siap memberi keterangan sesuai dengan data-data yang dimiliki jika dirinya mendapat panggilan dari pihak Kejari.

"Saya siap memberikan keterangan dengan data yang ada untuk membuktikan bahwa yang mereka laporkan itu tidak benar," ungkapnya.

Menariknya, Kepala Jaga 1 Novi Ponto Roring mengungkapkan bahwa oknum pelapor ini mencoba mengajak masyarakat jaga 1 untuk bertanda tangan sebagai bentuk dukungan dengan menawarkan uang imbalan sebesar Rp. 100 ribu.

"Warga jaga 1 yang melapor kepada saya, warga mengatakan, mereka datang dan menawarkan uang Rp.100 ribu jika bersedia bertanda-tangan," ungkapnya.

Namun, lanjut dia, warga tidak mau. Karena mereka percaya apa yang sudah dilakukan dan dikerjakan pemerintah desa Kembes dalam hal ini Hukum Tua sudah sesuai dengan Rencana Anggaran Pelaksanaan (RAP).

"Jadi kalau ada timbul cerita-cerita yang 5 Orang lakukan mengatasnamakan masyarakat kembes 1 itu tidak benar, itu cuma mereka 5," tegasnya.

Penulis: Redaksi



Baca Juga

Komentar

Tampilkan

Berita Terkini

Berita Korupsi

+