Dugaan Korupsi Proyek Jalan Raya Moyag Berbandrol Miliaran Rupiah Dugaan Korupsi Proyek Jalan Raya Moyag Berbandrol Miliaran Rupiah - Kabar Korupsi - Berita Aktual, Tajam & Terpercaya -->

Iklan

Dugaan Korupsi Proyek Jalan Raya Moyag Berbandrol Miliaran Rupiah

KabarKorupsi.Com
Jumat, 10 Januari 2020, 05.49 WITA Last Updated 2020-01-23T01:02:02Z
drainase jalan raya moyag
Drainase di Jalan raya Moyag yang ambruk sampai di badan jalan. (Fofo: kabarkorupsi.com / Nando Sandala) 

SULUT, KabarKorupsi.Com - Dugaan Korupsi proyek berbandrol puluhan miliar anggaran 2017 dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XV Manado di Kota Kotamobagu tepatnya jalan raya Moyag, sudah mulai terlihat kerusakan fisik jalan tersebut. 

Ditemukan dilapanagan beberapa bagian jalan yang ambruk terutama di bagian drainase.

Pasalnya, dalam pekerjaan proyek tersebut tidak dipasang batu dasar dan tidak memiliki koporan. Alhasil badan jalan raya Moyag mulai ambruk.

Terlihat drainase tak miliki koporan
Terlihat drainase tak miliki koporan dan batu dasar menggunakan batu mangga. (Foto: kabarkorupsi.com / Nando Sandala) 

Apalagi, dalam melakukan pembebasan lahan untuk pelebaran jalan 7 meter kiri dan kanan tersebut, tidak diganti rugi tanah milik masyarakat.

Dengan dasar itu, adanya dugaan korupsi dalam proyek tersebut. Karena drainase yang seharusnya bertahan 4 sampai 5 tahun, terlihat baru 2 tahun berjalan sudah mulai ambruk.

Data yang dirangkum kabarkorupsi.com, saat memintai keterangan kepada masyarakat yang dilintasi pekerjaan jalan.

Dalam keterangan mereka yang melihat langsung, mulai dari proses pemebebasan lahan sampai jalan tersebut selesai, pekerjaan drainase yang ada sekarang ini wajar ambruk walau baru 2017 di pergunakan.

Nampak Draisane memakai batu mangga dan tidak ada koporan
Nampak Draisane memakai batu mangga dan tidak ada koporan. (Foto: kabarkorupsi.com / Nando Sandala) 

"Wajar cepat rusak, karena awal pembuatan drainase terlihat asal asalan dibagian dalam seperti koporan yang dangkal tidak sesuai RAB, digunakan batu mangga utuk alas. Dari awal tahun 2019 sudah kelihatan kerusakan drainasenya," kata sejumlah warga yang tinggal disekitaran pekerjaan jalan raya Moyag, Senin (06/01/2020).

Lanjut warga, di poryek ini dugaan korupsi sangat besar kemungkinannya. Karena pembuatan drainase underlaknya sangat tipis, malah ada bagian yang hanya tanah saja kemudian langsung di smenting.

"Dibagian trotoar di buat kuat sehingga terlihat kokoh dari luar saja. Kalau dalamnya sangat tidak masuk diakal pekerjaannya," kata warga.

Disamping itu, ditemukan juga masalah mengenai ganti rugi lahan yang dilalui proyek itu, yang terkesan tebang pilih karena hanya sebagian kecil saja yang menerima ganti rugi.

Bahkan masyarakat merasa risau dengan sertifikat tanah mereka yang sudah berubah ukurannya karena terpotong dengan badan jalan yang akhirnya akan mempersulit mereka ketika mengajukan kredit di bank nantinya.

Drainase ambruk sampai di badan jalan
Drainase ambruk sampai di badan jalan. (Foto: kabarkorupsi.com / Nando Sandala) 

Sementara untuk perubahan sertifikat di butuhkan biaya yang tidak sedikit.

Menanggapi adanya dugaan korupsi dalam pelaksaan pekerjaan jalan raya Moyag di Kota Kotamobagu, Yan Mamonto, Ketua LSM Pemantau Independent Kinerja Aparatur Pemerintah (PIKAP) mengatakan, melihat fisik pekerjaan proyek ini, diduga ada korupsi didalamnya. Apalagi ada beberapa item yang tidak sesuai RAB.

"Proyek ini harus ditelusuri, karena banyak item yang dikerjakan tidak sesuai RAB. Apalagi protes warga sampai saat ini terus terjadi dengan tidak adanya sebagaian besar tanah mereka dapat ganti rugi. Untuk itu saya minta, Polda Sulut harus lakukan penyelidikan dengan proyek ini,” kata Yan.

Lanjutnya, saat ini Polri sedang mengalami krisis kepercayaan dalam penegakan hukum memberantas korupsi, untuk itu wajib bagi seluruh jajaran Polri untuk mengambil tindakan tegas terhadap para PNS dan kontraktor nakal yang diduga kuat merugikan uang negara agar kepercayaan masyarakat dapat dipulihkan, sehingga tidak tertumpuh harapan hanya pada Komisi Pemerantasan Korupsi (KPK).

“Saya berharap Polda Sulut dapat tangani serius proyek yang berbau korupsi ini. Tangkap para pelaku yang bertanggung jawab atas proyek ini, agar masyarakatpun mengetahui letak kesalahan atas proyek ini,” tuturnya.

Ditambahkannya, jika terpenuhi bukti permulaan yang cukup, maka dilanjutkan ke tingkat penyidikan guna menemukan siapa siapa tersangkanya.

"Kalau sudah ditemukan siapa siapa yang bertanggung jawab atas proyek tersebut. Saya minta Polda Sulut secepatnya lakukan penangkapan agar bisa ditahan untuk diadili sesuai aturan yang berlaku,” tegas Yan, seraya menuturkan, Kalau Polda Sulut tak bisa tanggulangi masalah ini, pihaknya minta KPK turun tangan.

"Jika Polda Sulut tak bisa tangani masalah ini, KPK pastinya turun tangan," tandas Yan.

Drainase yang ambruk
Drainase yang ambruk. (Foto: kabarkorupsi.com / Nando Sandala) 

Saat dikonfirmasi melalui via Whatsapp, Ferry Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BPJN Wilayah Kota Kotamobagu mengatakan, proyek tersebut tidak ada pembebasan lahan, drainase itu sudah dilakukan penanganan.

"Proyek itu tidak ada pembebasan lahan, untuk drainase sudah dilakukan penanganan," katanya.

Lain juga saat dikonfirmasi ke KTU BPJN XV, Ir. Harold Lowing. Sampai berita ini dipublikasi tidak memberikan tanggapan apapun.

Penulis: Redaksi
Halaman 1 2 3

Baca Juga

Komentar

Tampilkan

Berita Terkini

Berita Korupsi

+