Korupsi Tanah Kuburan Diduga Rugikan Negara Rp 3,5 M, Wabup OKU jadi Tersangka Korupsi Tanah Kuburan Diduga Rugikan Negara Rp 3,5 M, Wabup OKU jadi Tersangka - Kabar Korupsi - Berita Aktual, Tajam & Terpercaya -->

Iklan

Korupsi Tanah Kuburan Diduga Rugikan Negara Rp 3,5 M, Wabup OKU jadi Tersangka

KabarKorupsi.Com
Rabu, 01 Januari 2020, 05.43 WITA Last Updated 2020-01-01T04:48:04Z

Korupsi Tanah Kuburan Diduga Rugikan Negara Rp 3,5 M, Wabup OKU jadi Tersangka
Ilustrasi Korupsi. (Foto Istimewa) 

SUMSEL, KabarKorupsi.Com - Kasus dugaan korupsi terkait tanah kuburan. Kasus ini diduga merugikan negara Rp 3,5 miliar. Johan Anuar, Wakil Bupati Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi dalam kasus ini.

"Bermula dari audit BPK, kerugian negara belum bisa kita hitung. Tapi yang jelas kita udah punya data awal sekitar Rp 3,5 miliar di kasus itu dari data BPK yang terus kita kembangkan," kata Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Supariadi, Selasa (31/12/2019).

Dia mengatakan Johan pernah ditetapkan sebagai tersangka pada kasus yang sama. Namun pada 2018, penyidikan dihentikan karena Johan menang praperadilan.

"Perlu kami sampaikan bahwa Johan ini pernah jadi tersangka kasus yang sama. Tahun 2018 dia mengajukan gugatan ke praperadilan dan menang," ujar Supariadi.

Supariadi menyebut kasus ini dibuka kembali setelah ada bukti baru. Johan ditetapkan lagi sebagai tersangka.

"Kasus ini kita buka kembali setelah kami mendapatkan bukti baru, Johan kemudian ditetapkan sebagai tersangka. Sekarang sudah ditetapkan tersangka pada minggu ketiga bulan Desember atau 18 Desember," kata Supriadi.


Dia mengatakan Johan pernah ditetapkan sebagai tersangka pada kasus yang sama. Namun pada 2018, penyidikan dihentikan karena Johan menang praperadilan.
Korupsi Tanah Kuburan Diduga Rugikan Negara Rp 3,5 M, Wabup OKU jadi Tersangka
Ilustrasi Korupsi. (Foto Istimewa) 

"Perlu kami sampaikan bahwa Johan ini pernah jadi tersangka kasus yang sama. Tahun 2018 dia mengajukan gugatan ke praperadilan dan menang," ujar Supariadi.

Supariadi menyebut kasus ini dibuka kembali setelah ada bukti baru. Johan ditetapkan lagi sebagai tersangka.

"Kasus ini kita buka kembali setelah kami mendapatkan bukti baru, Johan kemudian ditetapkan sebagai tersangka. Sekarang sudah ditetapkan tersangka pada minggu ketiga bulan Desember atau 18 Desember," kata Supriadi, seperti dilansir detikcom.

Pada kasus ini, diketahui ada 4 tersangka pada tahun 2018. Hardiman sebagai yang memiliki tanah, Najamudin mantan Kepala Dinas Sosial OKU, mantan Sekda, Ukirtom dan Asisten I Setda OKU, Ahmad Junaidi.

Sementara itu Johan mengajukan gugatan Praperadilan ke Pengadilan Negeri Baturaja dan dinyatakan menang. Namun kali ini, ia kembali ditetapkan tersangka dan diduga melanggar Pasal 2 dan 3 UU Tipikor.


Editor: Redaksi
Halaman 1 2

Baca Juga

Komentar

Tampilkan

Berita Terkini

Berita Korupsi

+