Proyek BPJN XV di Talaud Memiliki Dua Mata Anggaran di Tahun yang Sama Proyek BPJN XV di Talaud Memiliki Dua Mata Anggaran di Tahun yang Sama - Kabar Korupsi - Berita Aktual, Tajam & Terpercaya -->

Iklan

Proyek BPJN XV di Talaud Memiliki Dua Mata Anggaran di Tahun yang Sama

KabarKorupsi.Com
Minggu, 05 Januari 2020, 01.49 WITA Last Updated 2020-01-05T02:27:38Z

Satu Pemilik Dua Nama Perusahan Penyelenggara Proyek

papan proyek jalan nasional talaud
Papan Proyek Pekerjaan Preservasi Rehabilitasi jalan Melonguane - Beo - Esang - Rainis Tahun 2018. (Foto: kabarkorupsi.com) 

TALAUD, KabarKorupsi.Com - Pekerjaan Preservasi Rehabilitasi dan Rehabilitasi Mayor ruas jalan Melonguane - Beo - Esang - Rainis di Kabupaten kepulauan Talaud di tahun anggaran 2018, diduga adanya penyimpangan.

Dugaan korupsi dalam proyek tersebut didapati adanya dua mata anggaran dalam satu proyek dengan nilai kontrak yang hampir sama 27 Miliar.

Data yang dirangkum KabarKorupsi.Com, proyek tersebut dikerjakan oleh dua perusahan yang berbeda PT. Kawanua Keramik dan PT. Canterra Baru.


Kondisi jalan di talaud
Kondisi Jalan Nasional di Talaud Tahun 2018. (Foto: kabarkorupsi.com) 

Setelah ditelusuri, pemilik perusahan ternyata pemiliknya orang yang sama dan orang tersebut pernah menjadi Narapidana kasus proyek pemerintah yang dia kerjakan.

Dengan status mantan Narapidana, tidak menutup kemungkinan orang ini bisa melakukan hal yang sama dengan anggaran yang cukup fantastik jika di gabungkan mencapai 55 Miliar di dua mata anggaran 27,8 miliar dan 27,1 miliar dengan satu proyek dan di tahun anggaran yang sama tahun anggaran 2018.

Lebih memiriskan lagi pantauan media ini, proyek tersebut pada tahun 2018 dari keseluruhan pekerjaan hampir semua yang diperkirakan 80 persen pekerjaan dari fisiknya terindikasi tidak sesuai bestek.

Perlu diketahui, pemeliharaan jalan sepanjang jalan nasional di Talaud, pada waktu tahun 2018 hanya 20 persen terkesan baik.

Dari 80 persen jalan nasional di Talaud rusak parah dan yang bertanggung jawab di proyek tersebut adalah Satuan Kerja (Satker) RS alias Robert dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 16 di Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XV, Wilayah 3 Kabupaten Talaud, Dantje alias DT penjabat waktu itu.

Pelaksana poryek tersebut atau Kontraktor ikut juga terlibat atas amburadulnya proyek itu. Untuk itu Ko Bun yang biasa dipanggil pemilik perusahan dapat juga mempertanggung jawabkan proyek yang amburadul tersebut.

Saat dikonfirmasi melalui via whatsapp, Ko Bun yang memiliki dua perusahan tersebut tidak memberikan tanggapan apapun, sampai diberitakan.

Penulis: Redaksi

Baca Juga

Komentar

Tampilkan

Berita Terkini

Berita Korupsi

+