Dugaan Suami-Istri BPD Terima Bantuan, Diminta Kepolisian Telusuri BLT di Desa Kima Bajo Dugaan Suami-Istri BPD Terima Bantuan, Diminta Kepolisian Telusuri BLT di Desa Kima Bajo - Kabar Korupsi - Berita Aktual, Tajam & Terpercaya

Iklan

Dugaan Suami-Istri BPD Terima Bantuan, Diminta Kepolisian Telusuri BLT di Desa Kima Bajo

KabarKorupsi.Com
Kamis, 04 Juni 2020, 01.52 WITA Last Updated 2020-06-03T23:53:23Z
Dugaan Suami-Istri BPD Terima Bantuan: Diminta Kepolisian Telusuri BLT di Desa Kima Bajo
Salah satu warga Desa Kima Bajo yang di foto untuk menerima bantuan. (Foto: KabarKorupsi.Com) 

SULUT, KabarKorupsi.Com - Sejumlah Warga di Desa Kima Bajo, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Sulawesi Utara (Sulut) merasa keberatan dengan kebijakan HL alias Indun bendahara Badan Pengawas Desa (BPD), karena nama-nama yang layak menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa di coret dari daftar nama-nama penerima.

Menurut sejumlah warga desa kima bajo, awalnya nama mereka sudah dipanggil lewat pengeras suara atau Toa untuk menerima BLT. Setelah di cek, nama-nama yang tadinya dipanggil sudah dicoret.

"Kami sebagai warga desa kima bajo, keberatan dengan kebijakan pencoretan nama-nama yang awalnya sudah dipanggil di toa. Karena kami saat ini sangat membutuhkan bantuan itu, apalagi saat ini kami tidak memiliki penghasilan tetap dan mata pencaharian kami sangat menurun. Kalau mau, tinjau saja tempat tinggal kami, layak atau tidak untuk menerima bantuan," kata warga dengan nada tinggi, Rabu (03/06/2020) kepada KabarKorupsi.Com.

Lanjut warga, setelah ada bantuan BLT, banyak yang tidak layak terima malahan dapat bantuan itu. Sedangkan yang layak menerima tidak diberikan bantuannya.

"Untuk itu, kami minta pemerintah setempat agar melakukan peninjauan bagi penerima bantuan. Karena kami tahu sebagian oknum perangkat desa, Ketua dan bendahara BPD Desa sedangkan Ketua dan Bendahara BPD adalah suami-istri bisa terima bantuan tersebut," kata warga.


Dugaan Suami-Istri BPD Terima Bantuan: Diminta Kepolisian Telusuri BLT di Desa Kima Bajo
Kantor Hukum Tua Desa Kima Bajo. (Foto: KabarKorupsi.Com) 

Malahan, dijekaskan warga, bantuan tersebut di borong semua dari BLT, PKH, BPNT dan BST oleh suami-istri yang saat ini menjabat ketua dan bendahara BPD Desa, apa mereka layak?...

"Apalagi mereka berdua sebagai pejabat di desa menerima gaji tunjangan. Dengan hal ini, kami warga Kima Bajo merasa sangat keberatan dengan kebijakan pemerintah setempat," kata warga seraya meminta agar pihak berwajib telusuri penerima bantuan di Desa Kima Bajo.

"Kami minta pihak kepolisian untuk telusuri data penerima, karena kami merasa tidak ada keadilan dalam pembagian bantuan di desa kami. Harus adil, jangan hanya orang-orang dekat yang dapat dan kami diterlantarkan," tutup warga.

Saat dikonfirmasi ke Indun bendahara BPD Desa Kima Bajo, namun menutup diri dan tidak mau untuk ditemui.

Disamping itu, Hukum Tua Desa Kima Bajo Alfian Alitu mengatakan, dalam pembagian bantuan, pihak pemerintah sudah melakukan sesuai dengan aturan.

"Pembagian bantuan kepada warga Kima Bajo sudah sesuai aturan," tukas Hukum Tua.

Penulis: Redaksi

Baca Juga

Komentar

Tampilkan

Berita Terkini

Berita Korupsi

+